Harapan dan Keinginan [a.k.a] Resolusi 2008

31 12 2007

Untuk menutup tahun, seperti biasa saya ikut-ikutan gegeran rame-rame bikin resolusi untuk tahun depan. Norak sih sebenarnya, soalnya sering kali malah hanya sedikit sekali dari list yang akhirnya bisa saya wujudkan. Kurang kerja keras? Mungkin….

Walaupun kadang hal-hal yang nggak saya tulis malah “mak bedunduk” bisa dengan mudah saya dapatkan, saya nggak kapok untuk nulis resolusi (lagi). Dengan menulis resolusi semacam ini, harapan saya, semoga bisa jadi semacam kompas bagi saya untuk mengarungi belantara kehidupan di tahun depan. Halah.
:D

Jadi, beginilah sebagian doa, harapan dan keinginan saya di tahun depan;

1. Lebih banyak sedekah, walaupun nominal nya mungkin nggak bisa besar, tapi harus lumayan buat bekal di alam sono.
2. Belajar satu bahasa pemrograman (Visual Basic.NET, C atau Java?)
3. Nabung lebih banyak setiap bulannya dibanding tahun kemarin. Lumayan kan buat belanja belanji dan lain sebagainya…
4. Lebih sehat dan bugar plus nambah berat badan. Ya..ya..saya memang kurus langsing, terlalu kurus langsing malah. Mesti fitness mungkin??. **lirik dumble**
5. Belajar salah satu alat musik, sepertinya asyik. (Piano, organ, keyboard, pianika atau biola?).
6. Nerusin resolusi tahun kemarin yang belum terwujud. **ngubek-ubek arsip**

Yak…sementara itu saja dulu ah harapan dan keinginan saya untuk tahun depan. Etapi masih bisa nambah ding, siapa tahu ntar ada keinginan yang “mak bedunduk” muncul.
:D





Mundur

22 11 2007

Setiap pertempuran tidak selalu dimenangkan dengan maju.
Mundur bukan selalu berarti kekalahan.
Maju adalah strategi, mundur juga strategi.
Mundur harus teratur, tetapi tak selalu harus terlihat teratur.
===Suzume no Kumo===

Setelah menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, akhirnya hari ini saya ajukan juga surat pengunduran diri. Seperti biasa dan sudah saya duga, saya diminta tetap bertahan dengan janji akan diberi 10 cewek telanjang kenaikan gaji, yang entah kapan realisasinya.

Anehnya…kok saya malah rada-rada sedih ya dapat tawaran kenaikan gaji. Yah……agak sedih. Rasanya saya begitu sangat berarti bagi perusahaan, manakala saya sudah mengajukan surat pengunduran diri.

Apa iya kemarin kemarin saya tidak berarti bagi perusahaan ya?
Hiks…hiks…
: (

Tapi saya cukup puas manakala pak manajer saya bilang “Selama ini hasil kerja kamu bagus. Jangan pindah ya…!”. Dan tak kurang, yang punya pabrik pun sampai kirim internal memo ke Direktur HRD untuk menaikkan gaji saya. Mwakakakakaka……terima kasih pak’e. Tapi saya nggak bisa menerima tawaran itu lagi, sudah terlambat pak’e.

Jadi, monggo dialihkan saja kenaikan gajinya ke staff yang lain.
Saya tetap mundur.
:)