Damailah Palestina

3 01 2009

Palestina
Negeri para Rasul dan para Nabi
Tempat suci umat Yahudi, Nasrani dan umat Islam
Jadi lambang kerukunan semua agama samawi

Tapi kini nasib mu
Sangat menyedihkan
Bumi mu panas tersiram darah
Penuh pembantaian dan penculikan

Wanita dan anak-anak yang tak berdosa
Menjadi korban ganasnya perang
Hampir punah
Oh Palestina

Damailah wahai umat Yahudi
Ingatlah petunjuk Allah dalam kitab suci Taurat

Damailah wahai umat Nasrani
Ingatlah petunjuk Allah dalam kitab suci Injil

Damailah wahai umat Islam
Ingatlah petunjuk Allah dalam Quran

Kembali lah pada Yang Maha Esa

Dunia jangan adu domba Palestina
Bantulah perdamian Palestina
DAMAILAH PALESTINA

note : diambil dari lirik lagu Qasidah nya Nasida Ria





Harapan dan Keinginan [a.k.a] Resolusi 2008

31 12 2007

Untuk menutup tahun, seperti biasa saya ikut-ikutan gegeran rame-rame bikin resolusi untuk tahun depan. Norak sih sebenarnya, soalnya sering kali malah hanya sedikit sekali dari list yang akhirnya bisa saya wujudkan. Kurang kerja keras? Mungkin….

Walaupun kadang hal-hal yang nggak saya tulis malah “mak bedunduk” bisa dengan mudah saya dapatkan, saya nggak kapok untuk nulis resolusi (lagi). Dengan menulis resolusi semacam ini, harapan saya, semoga bisa jadi semacam kompas bagi saya untuk mengarungi belantara kehidupan di tahun depan. Halah.
:D

Jadi, beginilah sebagian doa, harapan dan keinginan saya di tahun depan;

1. Lebih banyak sedekah, walaupun nominal nya mungkin nggak bisa besar, tapi harus lumayan buat bekal di alam sono.
2. Belajar satu bahasa pemrograman (Visual Basic.NET, C atau Java?)
3. Nabung lebih banyak setiap bulannya dibanding tahun kemarin. Lumayan kan buat belanja belanji dan lain sebagainya…
4. Lebih sehat dan bugar plus nambah berat badan. Ya..ya..saya memang kurus langsing, terlalu kurus langsing malah. Mesti fitness mungkin??. **lirik dumble**
5. Belajar salah satu alat musik, sepertinya asyik. (Piano, organ, keyboard, pianika atau biola?).
6. Nerusin resolusi tahun kemarin yang belum terwujud. **ngubek-ubek arsip**

Yak…sementara itu saja dulu ah harapan dan keinginan saya untuk tahun depan. Etapi masih bisa nambah ding, siapa tahu ntar ada keinginan yang “mak bedunduk” muncul.
:D





September Ceria

25 09 2007

Okeh, mumpung masih September dan bertepatan dengan bulan puasa, mesti tetap ceria. Walaupun sempet kecewa karena kejadian sunatan yang lalu. Mari benyanyi bersama lagu “September Ceria”-nya Tante Vina Panduwinata.

Silahkan ambil suara……..
; D

Diujung kemarau panjang
Yang gersang dan menyakitkan
Kau datang menghantar
Berjuta kesejukan

      Kasih
      Kau beri udara untuk nafasku
      Kau beri warna bagi kelabu jiwaku

Tatkala butiran hujan
Mengusik mimpi yang semu
Kau hadir di sini
Di batas kerinduanku

      Kasih
      Kau singkap tirai kabut di hatiku
      Kau isi harapan baru untuk menyongsong
      Masa depan bersama

September ceria, September ceria
September ceria, September ceria
Milik kita bersama

Ketika rembulan tersenyum
Diantara mega biru
Ku tatap sebersit isyarat dimatamu

      Kasih
      Kausibak sepi di sanubariku
      Kaubawa daku berani dalam asmara
      Yang mendamba bahagia

September ceria, September ceria
September ceria, September ceria
Milik kita bersama